Leadership is nothing but…

Sampurna Sahabat, apa kabar hari ini?

Ijinkan saya di menit-menit pertama kehadiran hari baru, kamis pekan ini, menyapa anda para leader di lingkungan kementerian keuangan. Mungkin bapak/ibu menjadi bingung dan bertanya-tanya? Apakah seorang Sampurna telah kekurangan pekerjaan dan tidak memiliki aktivitas lain yang berharga sehingga menjelang pergantian hari ini masih memerlukan untuk merangkai kata demi menyapa bapak-ibu sekalian?

Tentu saja tidak. Hanya saja, rasa cinta dan perasaan respek yang tinggi kepada bapak/ibu-lah penggerak saya berbagi di dini hari ini….

Sahabat,
Malam ini saya terhenyak, tertegun agak panjang dan dipaksa merenung ketika membaca rahasia kesuksesan Lee Iacocca tatkala menyelamatkan Chrysler Corp. dari jurang kebangkrutan dan membawa perusahaan itu mendaki ke puncak prestasi sebagai perusahaan berkelas dunia dan bahkan mempengaruhi dunia itu sendiri.

Apa rahasia dibalik kepemimpinan dia yang luar biasa itu? sampai-sampai dia mendapat julukan Maha Manajer/Super Leader di era dekade 80-an?…

Dia katakan, “Leadership is nothing but motivation!”. Ya, Lee Iacocca sangat menekankan bahkan kunci sukses dalam kepemimpinannya terletak pada kemampuan memotivasi para bawahan melalui kekuatan komunikasi.

Sangat masuk akal. Bukankah leadership adalah seni mempengaruhi seseorang sehingga yang bersangkutan bersedia untuk melakukan sesuatu demi mencapai suatu tujuan? Leadership is get thing done through the others.

Di titik inilah, saya harus merenungkan kembali betapa hebatnya kekuatan kata-kata dan alangkah hebatnya kekuatan bahasa manakala mampu dikomunikasikan dengan baik, dihunjam langsung ke pusat kesadaran orang-orang disekeliling kita dan menjadi pembakar motivasi mereka untuk melakukan hal-hal yang luar biasa…

Saya langsung teringat beberapa cuplik dari pidato monumental Marthin Luther King…

“…

Saya berkata kepada kalian, saudar-saudaraku, bahwa meskipun banyak kesulitan dan frustasi, saya masih memiliki sebuah impian. Sebuah impian yang berakar kuat dalam impian orang Amerika.

Saya bermimpi, pada suatu hari kelak, bangsa ini akan bangkit dan bersaksi tentang makna sejati dari kalimat, “Kami meyakini kebenaran ini sebagai kebenaran yang gamblang, yaitu bahwa semua orang diciptakan sama sederajat.”

Saya bermimpi, pada suatu hari kelak, di bukit-bukit merah wilayah Georgia, anak-anak mantan budak dan mantan majikan akan bisa duduk bersama-sama mengelilingi meja persaudaraan.

Saya bermimpi, pada suatu hari kelak, Missisipi yang terpuruk sebagai wilayah yang paling pengap oleh hawa ketidakadilan dan penindasan akan menjadi oasis yang segar dengan kebebasan dan keadilan.

Bahkan saya bermimpi, pada suatu hari kelak, keempat putri saya akan hidup di sebuah negeri dimana mereka tidak akan dinilai karena warna kulit mereka melainkan karena bobot karakter mereka.

Ya, hari ini saya bermimpi!
Saya bermimpi, pada suatu hari kelak, negara bagian Alabama akan menjadi tempat yang indah, dimana anak-anak berkulit hitam dan anak-anak berkulit putih akan bisa berjalan bersama sebagai saudara.

… ”

Sahabat,
Siapakah yang akan meneriakkan kata-kata hebat semacam ini? kata-kata yang semestinya akan menjadi penyadar bahwa kita harus bangkit dari keterpurukan bangsa ini di mata dunia!

Siapakah yang akan mengingatkan kita, bahwa kementerian ini masih belum mampu menjawab impian founding father tentang Indonesia yang adil dan sentausa melalui pengelolaan keuangan negara yang baik sehingga menyejahterakan rakyat.

Di luar sana, masih banyak anak negeri yang menyenandungkan sebuah bait lagu dengan nada getir, ” rakyat adil makmur-nya kapan? kapan maju-maju… kapan maju-maju… kapan maju-maju…”.

I have a dream…
Kita, setidaknya, sebagian dari kita-lah yang akan memerankan tugas itu.

Semoga bermanfaat… Selamat berkarya…

About sampurna budi utama

Seorang yang ingin terus menjadi pembelajar dalam kehidupan. Dilahirkan di Yogyakarta, 19 Februari 1974. Saat ini bekerja sebagai Widyaiswara Madya Kementerian Keuangan dan dosen STAN Jakarta. Aktif sebagai nara sumber pelatihan/workshop terutama di bidang keuangan daerah dengan lebih dari 7.000 jam pelatihan yang dihadiri lebih dari 8.000 peserta dari kalangan eksekutif dan legislatif. Serta menjadi trainer untuk materi Leadership di lingkungan Kementerian Keuangan. Menamatkan pendidikan tingkat menengah di SMAN I Yogyakarta, meneruskan pendidikan perguruan tinggi di STAN Jakarta dan S-2 FEUI Konsentrasi Ekonomi Keuangan Negara dan Daerah. Menikahi Nur Aisyah Kustiani, Ak. M.Si dan ayah dari: Ishmah Karima Jamil, Nushayba Najmina, Aynun Ramadhani Fajriah, serta Dareen Aisha.
This entry was posted in Leadership and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s