Dalam dirimu, sesungguhnya harta karun itu berada…

Pengantar:
Kisah yang sangat inspiratif dan menyentuh ini ditulis oleh seorang sahabat, Bapak I Nyoman Widia. Awalnya, tulisan ini beliau kirimkan ke akun group Alumni DBK Kemenkeu, sebuah group under facebook yang saya buat sebagai media interaksi dan silaturahmi gagasan dan kebijaksanaan dari para pejabat eselon III dan IV yang telah mengikuti kelas leadership yang saya ampu. Mengingat isi tulisan yang sangat berguna dan touchfull, tulisan beliau saya tampilkan dalam blog ini, sebagai pembelajaran untuk kita semua.
Seorang pengemis tua duduk di atas sebongkah batu dekat sebuah perempatan jalan. Setiap hari dari pagi hingga sore ditengadahkannya tangannya meminta belas kasihan orang-orang yang kebetulan lewat. Profesi ini sudah dilakoninya sejak puluhan tahun silam. Hasil dari mengemis ini cukup untuk menghidupi isteri dan anaknya yang semata wayang.

Suatu hari lewatlah seorang bapak berjanggut putih mengendarai sedan putih di depan pengemis tua. Sejurus orang itu memperhatikan si pengemis tua. “Sudah berapa lama Anda duduk di atas batu itu?” tanyanya penuh selidik. “Lebih dari 20 tahun, Tuan”, jawab pengemis itu spontan. “Pulanglah dan bawalah cangkul kembali. Coba Anda gali tanah di bawah batu yang sedang Anda duduki. Anda pasti menemukan sesuatu.”

Setelah mengucapkan terima kasih secukupnya, pengemis tua itu buru-buru pulang mengambil cangkul. Betapa kagetnya dia tatkala menggali tanah yang lebih dari 20 tahun telah menjadi tempat duduk dalam menjalankan profesinya. Berkeping-keping emas dan perak berada dalam timbunan tanah tersebut. Ternyata selama ini dia tidak menyadari adanya harta karun itu. Bahkan, selama lebih dari 20 tahun dia hanya memanfaatkannya sebagai tempat untuk meminta belas kasihan orang.

Seandainya dia sedari awal dia sudah mengetahui ada timbunan harta karun di dalam tanah itu, mungkin dia saat ini sudah menjadi seorang pebisnis sukses yang kaya raya nan dermawan. Akan tetapi, selama puluhan tahun dia telah menyia-nyiakan harta karun itu.

Demikian juga halnya dengan diri kita. Puluhan tahun sudah kita sia-siakan potensi superdahsyat yang ada pada diri kita. Sebenarnya kita ini adalah orang-orang hebat. Bahkan, jauh lebih hebat dari yang kita duga selama ini.

Syukurlah, kita bisa mengikuti DBK IV pada beberapa waktu yang lalu. Pak Sampurna dan kawan-kawan sudah menunjukkan kepada kita bahwa kita mempunyai potensi superdahsyat. Kita mempunyai jiwa kepemimpinan. Sekarang teergantung pada diri kita masing-masing. Apakah kita mau menggali dan memanfaatkan potensi superdahsyat itu demi kemajuan kita dan bangsa Indonesia…

Salam superdahsyat,

INW

About sampurna budi utama

Seorang yang ingin terus menjadi pembelajar dalam kehidupan. Dilahirkan di Yogyakarta, 19 Februari 1974. Saat ini bekerja sebagai Widyaiswara Madya Kementerian Keuangan dan dosen STAN Jakarta. Aktif sebagai nara sumber pelatihan/workshop terutama di bidang keuangan daerah dengan lebih dari 7.000 jam pelatihan yang dihadiri lebih dari 8.000 peserta dari kalangan eksekutif dan legislatif. Serta menjadi trainer untuk materi Leadership di lingkungan Kementerian Keuangan. Menamatkan pendidikan tingkat menengah di SMAN I Yogyakarta, meneruskan pendidikan perguruan tinggi di STAN Jakarta dan S-2 FEUI Konsentrasi Ekonomi Keuangan Negara dan Daerah. Menikahi Nur Aisyah Kustiani, Ak. M.Si dan ayah dari: Ishmah Karima Jamil, Nushayba Najmina, Aynun Ramadhani Fajriah, serta Dareen Aisha.
This entry was posted in Leadership and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Dalam dirimu, sesungguhnya harta karun itu berada…

  1. umi hanik says:

    salam pak samp

    memenuhi janji nih…
    selamat datang di dunia nge-blogging

    untuk pemula, mantap juga nih pak koleksi tulisannya

    seep, ntar insya Allah bakalan sering2 main!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s