Bermimpilah… dan anda pun akan tampil mengejutkan!

Sahabat…

Salah satu pembelajaran yang dapat saya petik dari kebersamaan kita selama ini di kelas DBK III adalah ternyata masih banyak para pejabat eselon III Kemenkeu yang belum menyadari bahwa seharusnya mereka memiliki visi selaku seorang leader yang in line dengan visi organisasi dimana mereka berada.

Beberapa dari sahabat kita ini tersentak dan seperti disadarkan bahwa seorang leader haruslah memiliki visi sesuai dengan jabatan yang diembannya atau ruang lingkup kepemimpinannya. Selama ini, bayangan yang dipahami tentang visi adalah visi organisasi, semisal visi kementerian, visi DJP, atau visi DJBC dst.

Sekecil apapun ruang lingkup kepemimpinannya, katakanlah hanya sebatas kepala bidang atau kepala KPP/KPBC/KPPN dst, ia tetaplah seorang leader di unit satuan kerja yang dipimpinnya tsb. Selayaknya, ia memiliki visi pribadi hendak kemana unit satuan kerja dan anak buahnya tersebut akan dibawa.

Leader tanpa visi bagaikan orang buta yang berjalan di kegelapan. Seorang pemimpin yang berkualitas harus tampil dengan visi yang jelas. Akan dibawa kemanakah organisasi yang dipimpinnya? seperti apakah bawahan seharusnya dimotivasi agar dapat berkinerja dengan baik, nilai-nilai (value) serta keterampilan yang bagaimanakah yang harus dilengkapi agar mereka mampu berdaya guna untuk mencapai gambaran masa depan yang telah dideklarasikan sebelumnya.

Visi adalah sesuatu yang ingin Anda, selaku leader, wujudkan. Bukan sekedar keinginan, namun lebih merupakan sebuah hasrat yang sangat besar yang mau tidak mau, suka tidak suka, Anda harus berjuang untuk mendapatkan hal tersebut.

Setiap orang memiliki impian yang berbeda-beda. Semua orang memilki latar belakang yang beragam pula. Impian bagi seseorang belum tentu menjadi impian bagi orang lain. Karena itu Anda harus memiliki impian. Impian akan menjadi roh dari apa yang akan Anda perjuangkan. Tanpa impian, maka Anda tidak tahu apa yang Anda sedang perjuangkan. Visi atau impian Anda selaku leader, adalah pembangkit passion Anda dalam bekerja.

Tahun 1954 di YALE University America dilakukan sebuah survey terhadap seluruh lulusan di tahun tersebut tentang apakah mereka memiliki impian. Tahun 1974, tepat 20 tahun setelahnya survey itupun dilakukan lagi untuk melihat kehidupan mereka sekarang ditelaah dari hasil survey 20 tahun yang lalu.

Hasilnya sangat mengejutkan, di tahun 1954 ada 3 % orang alumnus yang memiliki impian dan menuliskan impiannya dengan jelas. Kelompok tiga persen alumnus tersebut dua puluh tahun kemudian ternyata memiliki harta kekayaan yang lebih banyak dari total kekayaan 97 % alumnus tanpa visi.

Itulah, daya ledak kekuatan yang bernama visi! bayangkan jika selaku leader, Anda memiliki visi yang jelas dan mampu men-share visi tersebut menjadi visi bersama yang diyakini dan dipahami oleh seluruh anak buah. Disinilah, kompetensi tentang inspired shared vision dibutuhkan.

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa impian memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan kesuksesan seseorang. Apakah Anda sudah memilki impian?

Bermimpilah setinggi-tingginya, dan sebanyak-banyaknya. Wong Mimpi itu gratis kok, yang mahal itu harga yang harus ditebus untuk mewujudkannya… 🙂.

Mungkin Anda tidak akan mewujudkan semua impian Anda, Namun Anda tidak akan mewujudkan apapun jika Anda tidak memiliki impian.

Sahabat…

Sekedar mengingatkan diskusi yang pernah kita lalui bersama, bahwa:

“Leaders passionately believe that they can make a difference. They envision the future, creating an ideal and unique image of what the organization can become. Through their magnetism and quiet persuasion, leaders enlist others in their dreams. They breathe life into their visions and get people to see exciting possibilities for the future”.

Semoga bermanfaat, selamat berkarya…

About sampurna budi utama

Seorang yang ingin terus menjadi pembelajar dalam kehidupan. Dilahirkan di Yogyakarta, 19 Februari 1974. Saat ini bekerja sebagai Widyaiswara Madya Kementerian Keuangan dan dosen STAN Jakarta. Aktif sebagai nara sumber pelatihan/workshop terutama di bidang keuangan daerah dengan lebih dari 7.000 jam pelatihan yang dihadiri lebih dari 8.000 peserta dari kalangan eksekutif dan legislatif. Serta menjadi trainer untuk materi Leadership di lingkungan Kementerian Keuangan. Menamatkan pendidikan tingkat menengah di SMAN I Yogyakarta, meneruskan pendidikan perguruan tinggi di STAN Jakarta dan S-2 FEUI Konsentrasi Ekonomi Keuangan Negara dan Daerah. Menikahi Nur Aisyah Kustiani, Ak. M.Si dan ayah dari: Ishmah Karima Jamil, Nushayba Najmina, Aynun Ramadhani Fajriah, serta Dareen Aisha.
This entry was posted in Leadership and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s