Mentalitas tak terpatahkan!

Apa kabar hari ini, sahabat?

Alhamdulillah, hari ini saya mengalami hari yang sungguh membahagiakan. Bukan hanya karena telah menyelesaikan mengampu kelas Diklat Kompetensi Khas (DKK) Kreativitas dan Inovasi untuk para pejabat eselon IV Kemenkeu angkatan I. Lebih dari itu,  di hari keempat pelaksanaan DKK ini saya berkesempatan belajar dan menggali wisdom dari dua orang yang super: mas Yond Rizal, P.hd dan mas Walneg S. Jass yang kami undang untuk sharing pengalaman tentang kreativitas dan inovasi baik di birokrasi pemerintahan maupun di dunia swasta.

Banyak poin-point pembelajaran dari mereka. Salah satunya menguatkan kembali keyakinan saya tentang mentalitas tak terpatahkan yang seharusnya dimiliki setiap individu. Terlebih lagi, bagi setiap leader.

Sahabat,

Adakah diantara kita yang belum pernah mendengar dan mengenal gunung Kilimanjaro? Tidak. Saya yakin tidak ada seorangpun diantara kita yang tidak mengenal gunung Kilimanjaro, setidaknya pernah mendengar namanya.

Apa yang istimewa dari Kilimanjaro? Kilimanjaro adalah salah satu gunung yang sulit ditaklukkan, bahkan orang-orang menyebut Kilimanjaro sebagai “Gunung yang tak terdaki”. Gunung yang memiliki medan yang sulit didaki, dengan udara yang sangat dingin dan membekukan ini, cuacanya juga gampang berubah secara tiba-tiba.

Meskipun berstatus seorang pendaki berpengalaman serta berfisik sehat dan normal, tetap saja Kilimanjaro terasa momok yang menakutkan nyali sang pendaki lantaran begitu sulit untuk didaki.

Pendek kata, diperlukan persiapan super ekstra dan bekal mental yang membaja bagi seorang pendaki terlatih untuk menaklukkan Kilimanjaro. Menaklukkan Kilimanjaro adalah sebuah prestise bagi seorang pendaki profesional.

Meski demikian, tahukah anda bahwa Kilimanjaro ternyata bukanlah halangan yang tak teratasi bagi mereka yang bermental juara dan tidak mengenal kata mustahil dalam hidupnya.

Sejarah telah mencatat bahwa seorang wanita tuna netra asal Korea bernama Soo Yung telah berhasil menaklukkannya. Demikian pula, seorang pendaki tak berkaki dari Selandia Baru yang bernama Tony Christiansen juga berhasil mengatasi ‘Gunung tidak terdaki “ tersebut.

Lalu apa relevansinya bagi kita?

Sahabat,

Dalam pekerjaan kita sehari-hari, betapa mudah kita saksikan orang-orang/bawahan kita yang begitu mudah menyerah dan frustasi tatkala menghadapi kesulitan, bahkan mungkin juga diri kita sendiri. Entah kesulitan dalam menghadapi pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk ataukah target pekerjaan yang dirasa terlalu tinggi maupun beragam bentuk lainnya.

Mengapa kita tidak merasa malu dengan Soo Yung maupun Tony Christiansen? Kita perlu belajar dari mereka yang sejatinya lebih memiliki keterbatasan daripada kita. Namun mereka telah membuktikan bahwa tidak ada kata mustahil dalam hidup ini jika kita mau berusaha.

Entah telah berapa kali keyakinan ini dihembuskan dan ditanamkan dalam benak kita dan kita pun dengan serta merta membenarkannya. Namun mengapa jika bertemu dengan kesulitan, seringkali kita tetap lantang menyuarakan, “itu mustahil…! itu adalah mimpi siang bolong yang sungguh tidak realistis!”, dan seterusnya.

Berapa banyak masalah yang tidak bisa kita pecahkan hanya karena kita pernah mendengar bahwa masalah tersebut tidak ada pemecahannya? Kata tidak mungkin (tidak bisa) sesungguhnya hanya ada dalam kamus orang bermental the losser. Masalahnya terletak di mind-set kita!

Tidak malukah kita pada Nick Vujicic yang dengan segala keterbatasannya mengajarkan kepada kita, “No arms, no legs, no worries…”. Ya, ia yang tidak memiliki kedua tangan dan kedua kaki ternyata masih bisa melakukan banyak hal dan sangat berbahagia dalam kehidupan ini.

Silahkan menyimak video tentang betapa hebatnya ia, Sahabat… Sungguh ia telah mengajarkan banyak hal kepada kita. Anda bisa menyaksikan nasehatnya di sini: http://www.youtube.com/watch?v=VJxo3deA45k

Mulai sekarang, marilah kita kembangkan keyakinan bahwa kita bisa asal mau berusaha. Jika apa yang kita kerjakan adalah kebaikan, bukankah ada Allah yang akan menguatkan kita manakala bertemu dengan kesulitan? Dunia mungkin mengatakan mustahil tetapi Allah mengatakan, “Tidak ada yang mustahil bagi-Nya, bila Ia katakan kun (jadi)  maka jadilah ia!”.

Mana yang ingin anda pilih? Saya percaya selama kita melakukan bagian yang menjadi kewajiban kita, Allah pasti akan melakukan bagian-Nya untuk mewujudkan tekad dan cita-cita kita.

Kunci Pertama untuk menangani suatu masalah adalah mendapatkan pendirian dan keyakinan yang benar bahwa setiap masalah bisa dipecahkan jika kita mengandalkan Sang Pencipta. Selanjutnya, manusia sering menjadi seseorang seperti yang mereka percayai. You are what you think!

Jika percaya tidak mampu melakukan sesuatu, hal itu membuat mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengerjakannya. Akan tetapi ketika yakin dapat mengerjakannya, mereka akan memperoleh kemampuan, meski awalnya tidak memilki kemampuan. Sepanjang mempunyai keyakinan, kita pasti bisa!

Jadi, tetaplah percaya bahwa bersama Dia, kita pasti bisa melakukan perkara-perkara besar! Bangsa ini menunggu karya-karya kita.

Semoga bermanfaat, selamat bekerja.

About sampurna budi utama

Seorang yang ingin terus menjadi pembelajar dalam kehidupan. Dilahirkan di Yogyakarta, 19 Februari 1974. Saat ini bekerja sebagai Widyaiswara Madya Kementerian Keuangan dan dosen STAN Jakarta. Aktif sebagai nara sumber pelatihan/workshop terutama di bidang keuangan daerah dengan lebih dari 7.000 jam pelatihan yang dihadiri lebih dari 8.000 peserta dari kalangan eksekutif dan legislatif. Serta menjadi trainer untuk materi Leadership di lingkungan Kementerian Keuangan. Menamatkan pendidikan tingkat menengah di SMAN I Yogyakarta, meneruskan pendidikan perguruan tinggi di STAN Jakarta dan S-2 FEUI Konsentrasi Ekonomi Keuangan Negara dan Daerah. Menikahi Nur Aisyah Kustiani, Ak. M.Si dan ayah dari: Ishmah Karima Jamil, Nushayba Najmina, Aynun Ramadhani Fajriah, serta Dareen Aisha.
This entry was posted in Leadership and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s