Loyalitas…

Apa kabar hari ini, sahabat?
Mudah-mudahan kita senantiasa diberi kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan kita.
Hari ini saya ingin berbagi dengan salah satu bahasan yang pernah kita diskusikan di kelas A DBK III angkatan pertama. Mudah-mudahan refresh ini masih berguna dan relevan untuk kita renungkan…
Siapa pun kita, selaku leader, pastilah menginginkan loyalitas dari para bawahan-bawahan kita. Loyalitas yang kita butuhkan untuk membantu kita mencapai target-target kinerja institusi yang kita pimpin. Masalahnya adalah bagaimana cara kita untuk mendapatkan loyalitas dari para bawahan?
Mengutip Kouzes dan Posner, dalam A Leaders Legacy, loyalitas bukanlah hal yang dapat dituntut oleh seorang pemimpin dari para pengikutnya, melainkan apa yang dipersembahkan pengikut/bawahan kepada seseorang pemimpin yang layak mendapatkan loyalitas tersebut. Masalahnya, bagaimana loyalitas tersebut dapat tercipta?
Kouzes dan Posner menegaskan, pilihan mengikuti seorang pemimpin tidak akan diperoleh mendasarkan pada suatu otoritas belaka, tetapi tergantung pada kemampuan pemimpin untuk memenuhi kebutuhan/aspirasi para pengikutnya.
John Gardner (mantan menteri kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan AS sekaligus penasehat enam presiden AS) mengatakan, ” konstituen/bawahan yang loyal, secara sadar atau tidak sadar, menilai pemimpin mereka mendasarkan pada kemampuan pemimpin dalam menyelesaikan masalah dan kebutuhan konstituen”.
Pendeknya, loyalitas diperoleh ketika konstituen/bawahan menilai bahwa kebutuhan/harapan/aspirasi mereka terpenuhi. Kesimpulan terakhir membawa kita pada satu konsekuensi: menjadi role model dan problem solver.
Bukankah ini sejalan dengan garis keyakinan kita, bahwa pemimpin adalah pelayan dan abdi masyarakat?
Dalam konteks ini dengan mudah kita dapat menyimpulkan, mengapa seorang pemimpin yang mempraktikkan 5 best practices of great leader, sebagaimana ditemukan Kouzes dan Pozner dalam risetnya, dapat mempengaruhi dan menggerakkan para pengikutnya untuk melakukan hal-hal luar biasa….
Semoga bermanfaat, selamat berkarya …

About sampurna budi utama

Seorang yang ingin terus menjadi pembelajar dalam kehidupan. Dilahirkan di Yogyakarta, 19 Februari 1974. Saat ini bekerja sebagai Widyaiswara Madya Kementerian Keuangan dan dosen STAN Jakarta. Aktif sebagai nara sumber pelatihan/workshop terutama di bidang keuangan daerah dengan lebih dari 7.000 jam pelatihan yang dihadiri lebih dari 8.000 peserta dari kalangan eksekutif dan legislatif. Serta menjadi trainer untuk materi Leadership di lingkungan Kementerian Keuangan. Menamatkan pendidikan tingkat menengah di SMAN I Yogyakarta, meneruskan pendidikan perguruan tinggi di STAN Jakarta dan S-2 FEUI Konsentrasi Ekonomi Keuangan Negara dan Daerah. Menikahi Nur Aisyah Kustiani, Ak. M.Si dan ayah dari: Ishmah Karima Jamil, Nushayba Najmina, Aynun Ramadhani Fajriah, serta Dareen Aisha.
This entry was posted in Leadership and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s