Leadership atau Kedership?

Sahabat,…

Ijinkan pagi ini saya menulis ulang sebagian artikel yang berjudul Leadership Therapy, tulisan dari pak Rhenald Khasali di Koran Seputar Indonesia hari ini, yang menurut saya sangat menggelitik untuk kita renungkan.

“….
(Sebagian) orang sudah beranggapan dirinya adalah pemimpin kala berhasil memegang Surat Keputusan (SK) yang berisi tentang pengangkatannya.

Kata pakar leadership John Maxwell, kalau seorang memimpin hanya karena punya jabatan, itu sama dengan pejabat level satu (terendah, ed). Anak-anak buah menurut karena diharuskan. Tak ada keterpengaruhan sama sekali. Semua orang bekerja karena fear factor (rasa takut).

Pemimpin yang menakut-nakuti adalah pemimpin yang tidak punya daya pengaruh. Apa yang harus direspeki dari pemimpin yang demikian? Anda tahu apa akibatnya? Organisasi yang diisi atau dihiasi para pemimpin level satu ini memicu konflik dan intrik.

Orang saling menjelek-jelekkan satu sama lain hanya karena berebut SK, berebut kursi. Objective (tujuan) dari perkelahian itu adalah sekadar mengganti pejabat atau pemegang kursi. Tetapi pertengkaran ini, bungkus luarnya seakan-akan heroik dan berani sekali.

….”

Nah, Sahabat…
Tampaknya, kita memang harus sering melatih kematangan leadership kita dengan terus menerus melakukan perenungan untuk menggali kebijaksanaan untuk kemudian dipraktikkan.

Semoga bermanfaat… Selamat berkarya.

About sampurna budi utama

Seorang yang ingin terus menjadi pembelajar dalam kehidupan. Dilahirkan di Yogyakarta, 19 Februari 1974. Saat ini bekerja sebagai Widyaiswara Madya Kementerian Keuangan dan dosen STAN Jakarta. Aktif sebagai nara sumber pelatihan/workshop terutama di bidang keuangan daerah dengan lebih dari 7.000 jam pelatihan yang dihadiri lebih dari 8.000 peserta dari kalangan eksekutif dan legislatif. Serta menjadi trainer untuk materi Leadership di lingkungan Kementerian Keuangan. Menamatkan pendidikan tingkat menengah di SMAN I Yogyakarta, meneruskan pendidikan perguruan tinggi di STAN Jakarta dan S-2 FEUI Konsentrasi Ekonomi Keuangan Negara dan Daerah. Menikahi Nur Aisyah Kustiani, Ak. M.Si dan ayah dari: Ishmah Karima Jamil, Nushayba Najmina, Aynun Ramadhani Fajriah, serta Dareen Aisha.
This entry was posted in Leadership and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s