Beri kami respek, Anda pun akan kami beri…

Apa yang membuat seorang pemimpin diikuti dan dicintai oleh para pengikutnya? Sehingga membuat mereka dengan kesadaran yang mantap rela menaruh loyalitas yang tinggi kepada sang pemimpin.

Salah satu jawabannya adalah karena sang pemimpin meletakkan respek yang tinggi terhadap para bawahannya. Pemimpin seperti itu, seakan memiliki perbendaharaan yang tidak pernah kering hingga mampu menghargai setiap bawahannya. Maka, sangat wajar jika kemudian timbal baliknya akan didapat dari para bawahannya.

Kata respect dalam kamus Webster diartikan sebagai to look back, act of looking back, an act of giving particular attention. Dalam bahasa kita, respek bisa diterjemahkan sebagai memperhatikan orang yang berada dibelakangnya, memberi kepedulian pada bawahan, atau menyatakan rasa hormat kepada orang lain.

John C Maxwell, dalam Becoming a Person of Influence, mengingatkan: “Suatu kesalahan paling umum yang sering terjadi diantara para pemimpin adalah kegagalan memberikan pengakuan dan apresiasi kepada pihak lain”.

Senada dengan itu, J.C Staehle menemukan, pada kasus yang dialami para pegawai di Amerika, bahwa penyebab nomor satu ketidakpuasan di antara para pegawai adalah kegagalan atasan/pemimpin untuk memberikan penghargaan pada mereka.

Tentu saja dengan mudah kita dapat menyimpulkan: sangat sulit bagi seseorang untuk mengikuti orang yang tidak dapat menghargai mereka dan apa yang telah mereka lakukan.

Mengutip Kouzes dan Posner, dalam A Leaders Legacy, loyalitas bukanlah hal yang dapat dituntut oleh seorang pemimpin dari para pengikutnya, melainkan apa yang dipersembahkan pengikut/bawahan kepada seseorang pemimpin yang layak mendapatkan loyalitas tersebut.

Sebenarnya, apa sich susahnya menyapa dan memberi pengakuan atas eksistensi dan kinerja yang telah ditunjukkan oleh para bawahan kita? Padahal, sedikit pengakuan saja sudah dapat memberi pengaruh besar terhadap kehidupan seseorang sepanjang umurnya. Sebab, bukankah setiap manusia memiliki self esteem yang membutuhkan pemenuhan dalam bentuk apresiasi dari orang lain?

Jika ini dapat kita pahami, insya Allah tidaklah sukar bagi kita untuk menyadari bahwa mestinya menaruh rasa hormat kepada orang lain itu bukanlah suatu kewajiban, melainkan suatu kebutuhan diri. Dengan menghormati, kita akan dihormati. Dengan memahami para bawahan terlebih dahulu, sang pemimpin akan dimengerti oleh bawahannya. Demikianlah, hubungan sebab akibat itu terjalin.

Di titik ini, kita semakin menyadari mengapa nilai-nilai komitmen berupa kesediaan untuk mengakui kontribusi dengan menunjukkan apresiasi terhadap keberhasilan individual dalam praktik kepemimpinan yang bersifat encourage the heart sangat diperlukan.

“Cobalah mengingat nama orang-orang dan luangkan waktu untuk menunjukkan bahwa Anda peduli pada mereka. Jadikan orang lain sebagai prioritas diatas hal-hal lain dalam kehidupan Anda, termasuk agenda dan jadwal Anda. Jangan lupa juga untuk memberikan pengakuan pada orang lain di setiap kesempatan. Pengakuan itu akan membangun dan memotivasi mereka. Pengakuan itu akan membuat Anda menjadi orang yang sangat berpengaruh dalam kehidupan mereka. “, demikian saran John C. Maxwell, pakar leadership itu.

About sampurna budi utama

Seorang yang ingin terus menjadi pembelajar dalam kehidupan. Dilahirkan di Yogyakarta, 19 Februari 1974. Saat ini bekerja sebagai Widyaiswara Madya Kementerian Keuangan dan dosen STAN Jakarta. Aktif sebagai nara sumber pelatihan/workshop terutama di bidang keuangan daerah dengan lebih dari 7.000 jam pelatihan yang dihadiri lebih dari 8.000 peserta dari kalangan eksekutif dan legislatif. Serta menjadi trainer untuk materi Leadership di lingkungan Kementerian Keuangan. Menamatkan pendidikan tingkat menengah di SMAN I Yogyakarta, meneruskan pendidikan perguruan tinggi di STAN Jakarta dan S-2 FEUI Konsentrasi Ekonomi Keuangan Negara dan Daerah. Menikahi Nur Aisyah Kustiani, Ak. M.Si dan ayah dari: Ishmah Karima Jamil, Nushayba Najmina, Aynun Ramadhani Fajriah, serta Dareen Aisha.
This entry was posted in Leadership and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s