Pemimpin Menciptakan Pemimpin

Sahabat,

Apa kabar pagi ini? Mudah-mudahan senantiasa dalam suasana penuh semangat dengan gairah berkarya yang selalu terjaga.

Hari-hari menjelang akhir tahun seperti ini memang hari-hari yang penuh dinamika. Banyak beban pekerjaan yang rasanya tidak ada habis-habisnya. Seringkali, pekerjaan tidak lagi bersifat beruntun tetapi sudah menjadi simultan. Beberapa pekerjaan harus diselesaikan secara bersamaan.

Hari-hari ini, saya sering mendengar kata letih keluar dari ucapan para leader di lingkungan kita. Ada banyak alasan yang berbeda-beda namun muaranya sama. Overload pekerjaan. Makanya saya memandang wajar, ketika keletihan mulai mendera, banyak orang mulai sensitif. Akibatnya, gesekan-gesekan dalam pekerjaan mulai mewarnai hari-hari kita.

Dibalik dinamika itu, saya menemukan leader yang bisa tersenyum lebar dan masih mampu menampung pekerjaan-pekerjaan baru dengan antusiasme yang tinggi. Jarang saya mendengar keluh kesah darinya. Apa rahasianya?

Salah satu rahasianya karena ia memiliki dan mengembangkan Prosocial Power. Power jenis ini dimiliki oleh seorang leader yang meyakini bahwa pengaruh itu perlu dimiliki oleh setiap orang. Sehingga dalam menjalankan perannya, ia akan berbagi kekuasaan, tidak hanya sekedar mempengaruhi orang lain, namun ia juga terbuka untuk dipengaruhi.

Jadi, tidak semua kekuasaan di kantor berada di tangannya. Kekuasaan yang dimilikinya disebar kepada individu-individu yang ada di sekitarnya. Sepertinya, ia memiliki beberapa sosok untuk menempati peran dan fungsi yang menurut jabatan melekat dalam dirinya tanpa kekhawatiran yang berlebih. Wah, rupanya ada proses mentoring dan coaching yang berhasil ia terapkan. Pantas jika ia sedemikian produktif.

Dalam penelitian David McClelland juga terbukti bahwa kekuasaan yang terdistribusi pada seluruh jenjang jabatan, secara signifikan menunjukkan kinerja dan produktivitas organisasi yang lebih baik, dibandingkan dengan organisasi yang memiliki kekuasaan terpusat pada pimpinan puncak saja.

McClelland menekankan bahwa tujuan di dalam suatu organisasi dicapai melalui proses mempengaruhi. Dengan demikian bila semakin banyak pemegang jabatan yang memiliki pengaruh, maka akan semakin banyak tugas yang dapat terselesaikan. Prosocial power ini bila diterapkan di dalam organisasi akan lebih memberikan banyak keuntungan bagi berjalannya roda organisasi secara keseluruhan.

Maka, pelajaran yang bisa kita petik di sini adalah jikalau diri kita merasa sudah kehabisan energi untuk melaksanakan tugas-tugas yang ada bahkan sudah mulai merasakan keletihan tidak hanya pada aspek fisik namun juga mental, jangan-jangan itu terjadi karena kita terbiasa melalukan semuanya secara sorangan wae. Bukankah sudah kita sadari, Superman is dead?

Lalu mengapa selama ini kita bertindak layaknya Superman?

Sudah saatnya, selaku pemimpin kita menciptakan banyak pemimpin di sekeliling kita. Kementerian kita memang bukan Astra yang punya rumusan baku 1-3-5 dalam regenerasi kepemimpinannya. Dalam skema Astra tersebut, seorang leader harus mampu menciptakan tiga leader lain yang setara dengannya dan lima leader lagi dengan kualifikasi dibawahnya. Namun tidak ada salahnya jika kita mengadopsi skema tersebut. Mungkin dalam bentuk formasi baru: 1-2-3, misalnya.

Apa untungnya?

Sudah jelas, seperti terpapar sebelumnya. Selain itu, “Seorang pemimpin yang hanya memiliki pengikut akan meminta mereka untuk mengikuti caranya dalam menyelesaikan pekerjaan. Tanpa ada pemimpin lain yang dapat diajak berbagi beban, ia akan lelah dan kehabisan tenaga.

Sudahkan Anda bertanya pada diri sendiri belakangan ini, “Apa saya merasa kelelahan?”

Jika jawabannya “ya”, Anda memiliki alasan yang baik untuk menarik pemimpin lain. Kecuali Anda ingin terus menanggung beban itu sendiri” demikian papar John C Maxwell dalam Developing the Leader Around You.

Nah, kenapa tidak kita coba?

“Wah, pak Sam. Kalo begitu caranya nanti kita bisa disalip oleh mereka di tikungan, dong”. Mungkin ada kekhawatiran seperti itu dibenak sebagian pemimpin yang tidak mau berbagi pengaruh.

Saya katakan, “Bukankah diri kita ini adalah pribadi pembelajar tanpa henti? Bukankah ketika learning kita akan growing?”. Bukankah ketika menarik/menciptakan pemimpin baru, kita tengah mengembangkan dan memperkokoh kompetensi kepemimpinan kita?

Nah, kalo sudah meyakini itu Insya Allah hasil akhirnya adalah having fun. He..he..he.. ini mah mantra sakti seorang Sampurna selama ini, Learning… Growing … and Having fun! Tapi percayalah, it’s work!

Ada baiknya epilog tulisan ini saya sandarkan kembali kepada John C Maxwell yang mengatakan, “Saya percaya, diperlukan seorang pemimpin untuk mengetahui adanya seorang pemimpin, menumbuhkan seorang pemimpin, dan menunjukkan seorang pemimpin. Saya juga mendapati bahwa diperlukan seorang pemimpin untuk menarik (menciptakan, ed) seorang pemimpin.”

Seorang pemimpinkah kita?

Salam hangat pelayan Anda,

Sampurna

About sampurna budi utama

Seorang yang ingin terus menjadi pembelajar dalam kehidupan. Dilahirkan di Yogyakarta, 19 Februari 1974. Saat ini bekerja sebagai Widyaiswara Madya Kementerian Keuangan dan dosen STAN Jakarta. Aktif sebagai nara sumber pelatihan/workshop terutama di bidang keuangan daerah dengan lebih dari 7.000 jam pelatihan yang dihadiri lebih dari 8.000 peserta dari kalangan eksekutif dan legislatif. Serta menjadi trainer untuk materi Leadership di lingkungan Kementerian Keuangan. Menamatkan pendidikan tingkat menengah di SMAN I Yogyakarta, meneruskan pendidikan perguruan tinggi di STAN Jakarta dan S-2 FEUI Konsentrasi Ekonomi Keuangan Negara dan Daerah. Menikahi Nur Aisyah Kustiani, Ak. M.Si dan ayah dari: Ishmah Karima Jamil, Nushayba Najmina, Aynun Ramadhani Fajriah, serta Dareen Aisha.
This entry was posted in Leadership and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s