Impikan kehidupanmu kelak, sekarang!

Sahabat,
Apa yang sahabat inginkan untuk hari-hari ke depan? Menjadi seperti apakah Anda?

Bicara tentang hal tersebut, banyak diantara kita yang menjawab, “yah, ngalir sajalah… Nikmati, apa pun kelak jadinya”.

Bagi saya, nasib bukanlah hal tentang kebetulan. Menurut saya, nasib adalah sesuatu yang bersifat pilihan. Oleh karenanya, layak untuk diperjuangkan.

Mungkin karena saya dipaksa oleh keadaan untuk struggle sejak kecil, mentalitas itu tercipta. Sejak kecil saya terbiasa menciptakan bayangan-bayangan masa depan dalam durasi jangka pendek ataupun menengah. Misalnya: ketika SD, saya menciptakan imajinasi menjadi murid di SMAN I Jogja. Sebab, ketika itu bagi lingkungan di sekitar saya, menjadi murid SMA Teladan Jogja adalah suatu kemewahan. Alhamdulillah, begitulah akhirnya saya menjadi.

Ketika SMA, dalam perjalanan dari rumah menuju sekolah pasti saya melewati kampus UGM. Dalam hati selalu daya bisikkan, saya harus bisa menaklukkan kampus ini. Begitulah, meskipun tidak pernah berstatus mahasiswa UGM, karena pertimbangan biaya, minimalnya nama saya pernah menghiasi surat kabar sebagai peserta UMPTN yang diterima di FE UGM.

Seperti itu pula, saya selalu katakan sejak awal SMA, setelah mendapat informasi tentang STAN, bahwa saya kelak akan ke Jakarta dan kuliah di kampus itu. Sesuatu yang aneh bagi orang-orang di sekitar saya pada waktu itu.

Begitulah, dalam banyak hal lain saya berkali-kali membuktikan kekuatan dari imajinasi. Yang belakangan saya kenal sebagai teknik visualisasi untuk memotivasi diri.

Saya mempercayai bahwa segala sesuatu diciptakan dua kali. Pertama, dalam alam pikiran. Kemudian, dalam tindakan untuk mewujudkan apa yang dipikirkan. Robert Collier mengatakan, ” visualize this thing that you want, see it, feel it, believe in it. Make your mental blue print, and begin to build.”

Ya, jika kita ingin sukses menggapai impian maka visualisasikan apa yang kita inginkan, sampai terlihat dengan sangat jelas hingga detail-detailnya, hingga kita percaya dan bisa merasakan keindahan dan kegembiraan menjadi sesuatu di masa depan itu. Buatlah rencana dalam mental kita, kemudian memulai untuk step by step melangkah membangun apa yang sudah kita bayangkan dalam imajinasi kita.

Visualisasi yang sangat kuat adalah alat yang ampuh untuk memotivasi dan mengubah seseorang. Wajar jika kemudian Einstein berucap, “Imagination is everything. It is the preview of life coming attraction”.

Pernahkah anda mendengar kisah tentang seorang pebisnis yang tidak ahli dan imajinasinya untuk menjadi presiden AS? Suatu hari, pebisnis itu berbicara kepada James Robinson, “Saya merasa Tuhan menginginkan saya untuk menjadi kandidat presiden. Saya tidak dapat menjelaskannya, tapi saya merasa negara membutuhkan saya. Sesuatu akan terjadi… saya tahu itu tidaklah mudah bagi saya atau keluarga saya. Tapi, Tuhan ingin saya melakukannya”. Begitulah, keyakinan itu kemudian menguasai pikiran dan imajinasi sang pebisnis.

Kita semua tahu bagaimana akhir dari cerita ini. Sang pebisnis yang tidak ahli itu pun kemudian menjadi presiden AS. Pebisnis yang tidak ahli itu bernama George W Bush. Ya, ia menemui takdirnya setelah memperjuangkan nasib yang sebelumnya telah diimajinasikan dan diyakini sepenuhnya.

Nah, kembali ke pertanyaan di awal tulisan ini, bagaimana dengan Anda? Visualisasi seperti apakah yang sudah Anda punyai kini? … Dengan memperjuangkannya, bi idznillah, begitulah Anda akan menjadi kelak…

Semoga bermanfaat. Salam hangat,

Sampurna Budi Utama

 

 

About sampurna budi utama

Seorang yang ingin terus menjadi pembelajar dalam kehidupan. Dilahirkan di Yogyakarta, 19 Februari 1974. Saat ini bekerja sebagai Widyaiswara Madya Kementerian Keuangan dan dosen STAN Jakarta. Aktif sebagai nara sumber pelatihan/workshop terutama di bidang keuangan daerah dengan lebih dari 7.000 jam pelatihan yang dihadiri lebih dari 8.000 peserta dari kalangan eksekutif dan legislatif. Serta menjadi trainer untuk materi Leadership di lingkungan Kementerian Keuangan. Menamatkan pendidikan tingkat menengah di SMAN I Yogyakarta, meneruskan pendidikan perguruan tinggi di STAN Jakarta dan S-2 FEUI Konsentrasi Ekonomi Keuangan Negara dan Daerah. Menikahi Nur Aisyah Kustiani, Ak. M.Si dan ayah dari: Ishmah Karima Jamil, Nushayba Najmina, Aynun Ramadhani Fajriah, serta Dareen Aisha.
This entry was posted in Ragam and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s