Singkirkan Penghalang Menuju Sukses!…

Sahabat, apa kabar hari ini?…

Alhamdulillah, setelah sekian lama sejak awal tahun beredar mengelilingi nusantara di tiap akhir pekannya untuk beragam aktivitas. Akhirnya pekan ini saya punya waktu luang, di ruang kerja tercinta, untuk menyapa Sahabat sekalian. Ijinkan saya berbagi pengalaman dan pembelajaran yang saya peroleh ketika menemani Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara (DJPb) mempersiapkan pegawai-pegawai dari Kanwil maupun KPPN non Percontohan untuk diseleksi menjadi pegawai-pegawai KPPN Percontohan…

***

Salah satu konsep yang paling sulit dirumuskan dalam hidup adalah kesuksesan. Apa yang saya pandang sebagai kesuksesan, belum tentu akan Sahabat amini. Demikian pula sebaliknya. Namun satu hal yang pasti, semua orang ingin menggapai kesuksesan dalam kehidupan ini dan nanti.

Lalu, modal apa yang diperlukan untuk menggapai kesuksesan itu?

Banyak memang. Salah satunya adalah tentang konsep diri. Bagaimana Anda memandang diri Anda sendiri. Atau dengan kata lain, seperti apa citra diri Anda?
Citra diri Anda adalah kunci kesuksesan Anda. Anda akan memiliki kinerja, tepat sebagaimana Anda memandang diri Anda sendiri. Oleh karenanya, pendapat Anda tentang diri sendiri luar biasa penting jika Anda bertujuan mencapai kesuksesan. Apa pun makna kesuksesan itu bagi Sahabat sekalian.


Masalahnya, banyak diantara kita yang memiliki citra diri negatif. Citra diri yang buruk adalah masalah mendasar dari rasa rendah diri yang muncul. Apa akibatnya? seseorang dengan citra diri yang buruk sesungguhnya akan dan tengah mengkomunikasikan negativitas yang mereka miliki dalam berhubungan dengan orang lain. Wajar khan jika kemudian kegagalan lekat dengan orang yang memiliki citra diri negarif?

Penting untuk memahami bahwa citra diri yang buruk biasanya bersifat kekal. Perilaku mereka cenderung repetitif, terus menerus berulang kali memainkan pola yang buruk. Lalu gimana cara mengatasinya? Penyembuhannya sederhana: mereka harus mengubah cara memandang diri sendiri.

Bukankah kita pernah mendengar ungkapan nan bijak, “Bagi sejumlah orang, musuh terbesar mereka adalah diri mereka sendiri”. Nah, kalo begitu mari kita mengubah citra diri. Jika kita bisa merubah citra diri kita dari negatif menjadi positif, sesungguhnya sebagian pintu utama kesuksesan sudah terbuka, menanti hendak menyambut kita. Nah, upaya mind setting dan pemberian suntikan motivasional sungguh diperlukan dalam konteks ini.

Mengapa ini saya tulis, Sahabat?

Sebab, dalam perjalanan saya menemani DJPb beberapa bulan terakhir memberikan pembekalan kepada para pegawai-pegawai DJPb dalam menghadapi seleksi untuk menjadi pegawai di KPPN Percontohan, saya menemukan masalah yang banyak dan utama yang mereka dihadapi adalah masalah mental block.

Banyak diantara mereka yang memiliki keyakinan yang salah tentang kemampuan mereka. Mereka memandang diri mereka memiliki banyak keterbatasan sehingga sulit bahkan tidak mungkin mengikuti arus perubahan yang sedang berjalan di institusi mereka. Akibatnya mereka cenderung menganggap upaya-upaya perubahan yang tengah digulirkan sebagai ancaman dan cara untuk membuang mereka keluar dari institusi melalui mekanisme pensiun dini. Kalo sudah begini, apapun penjelasan tentang arah dan upaya perbaikan institusional tidak akan bisa mereka terima dan pahami. Akibatnya, resistensi terhadap upaya perubahan menjadi sangat kuat. Bisa dibayangkan akibatnya jika ini dibiarkan dan berlanjut.

Apakah ini hanya masalah di DJPb? Tidak, saya kok sangat yakin bahwa ini adalah masalah yang banyak menghinggapi pegawai-pegawai kita di lingkungan Kementerian Keuangan. Kalo begitu, sudah saatnya kita sebagai leader mencermati hal ini dan berusaha membentuk citra diri positip dalam diri para follower kita. Jika kita ingin sukses dalam hal ini, tentu saja jangan lupakan law #1 yang selalu akan saya ingatkan untuk kita semua: You should go first!

Semoga bermanfaat. Selamat berkarya….

Pelayan Anda
Sampurna

Image credit: http://thinksucceeded.blogspot.com

About sampurna budi utama

Seorang yang ingin terus menjadi pembelajar dalam kehidupan. Dilahirkan di Yogyakarta, 19 Februari 1974. Saat ini bekerja sebagai Widyaiswara Madya Kementerian Keuangan dan dosen STAN Jakarta. Aktif sebagai nara sumber pelatihan/workshop terutama di bidang keuangan daerah dengan lebih dari 7.000 jam pelatihan yang dihadiri lebih dari 8.000 peserta dari kalangan eksekutif dan legislatif. Serta menjadi trainer untuk materi Leadership di lingkungan Kementerian Keuangan. Menamatkan pendidikan tingkat menengah di SMAN I Yogyakarta, meneruskan pendidikan perguruan tinggi di STAN Jakarta dan S-2 FEUI Konsentrasi Ekonomi Keuangan Negara dan Daerah. Menikahi Nur Aisyah Kustiani, Ak. M.Si dan ayah dari: Ishmah Karima Jamil, Nushayba Najmina, Aynun Ramadhani Fajriah, serta Dareen Aisha.
This entry was posted in Ragam and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s