Membangun Kepercayaan, Membangun Integritas

Apa kabar hari ini, Sahabat?…
Semoga menjadi hari yang indah dan menyegarkan. Hari yang akan memompa energi kita untuk terus berkarya di waktu-waktu yang akan datang. Ijinkan, siang di hari Jum’at  ini, saya berbagi pengalaman yang pernah dituliskan oleh John C. Maxwell tentang membangun kepercayaan yang saya kutip dari bukunya “Developing the Leaders Around You”. Begini, tulis beliau….

***
Kepercayaan adalah faktor penting dalam hubungan pribadi dan profesional. Wareen Bennis dan Burt Nanus menyebut kepercayaan sebagai ‘perekat pengikut dan pemimpin”. Kepercayaan melibatkan akuntabilitas, dan keadaan yang dapat diperkirakan serta dipercaya. Pengikut ingin dipercaya dan mempercayai pemimpin mereka. Mereka ingin berkata, “Kelak saya ingin jadi seperti dia”. Orang harus percaya pada Anda terlebih dahulu sebelum mengikuti kepemimpinan Anda.

Kepercayaan harus dibangun dari hari ke hari. Itulah konsistensi. Pemimpin bisa mengkhianati kepercayaan dengan: tidak tepat janji, bergosip, tidak transparan, dan bermuka dua. Semua itu menghancurkan kepercayaan yang dibutuhkan bagi pertumbuhannya. Dengan begitu, ia harus bekerja dua kali lebih keras untuk mendapatkannya kembali.

kepercayaanOrang tidak mau mengikuti pemimpin yang tidak bisa dipercayai. Pemimpin bertanggung jawab mengembangkan kepercayaan terhadap dirinya secara aktif dari orang-orang sekitarnya, yang di bangun diatas:

T- Time (waktu). Sediakan waktu untuk mendengarkan dan memberi umpan balik mengenai hasil kerja.
R- Respect ( rasa hormat). Tunjukkan rasa hormat Anda pada seseorang dan ia akan mengembalikannya dengan kepercayaan.
U- Unconditional Positive Regard (penghormatan tanpa syarat). Tunjukkan penerimaan atas orang itu.
S- Sensitivity (kepekaan). Antisipasi perasaaan dan kebutuhan pemimpin potensial.
T- Touch (sentuhan). Berikan dorongan-jabat tangan, saling memberi selamat dengan saling menepuk telapak tangan, atau tepukan di punggung.

Begitu orang mempercayai pemimpin mereka sebagai pribadi, mereka akan menaruh kepercayaan terhadap kepemimpinannya.

***

Sahabat,…
Hari ini, maupun hari-hari yang lalu dan yang akan menjelang, saya sadar betapa banyak orang-orang yang masih belum mempercayai saya dalam banyak aspek kehidupan. Itu wajar. Yang terpenting, saya ingin mendapat banyak kepercayaan dari banyak pihak. Sungguh, nasehat dan saran Maxwell itu bagi saya sangat layak untuk diperhatikan. Dan saya berkomitmen untuk menerapkannya sejauh yang saya mampu. How about You? Will You? …

Semoga bermanfaat. Salam Cinta I Kerja I Harmoni.

About sampurna budi utama

Seorang yang ingin terus menjadi pembelajar dalam kehidupan. Dilahirkan di Yogyakarta, 19 Februari 1974. Saat ini bekerja sebagai Widyaiswara Madya Kementerian Keuangan dan dosen STAN Jakarta. Aktif sebagai nara sumber pelatihan/workshop terutama di bidang keuangan daerah dengan lebih dari 7.000 jam pelatihan yang dihadiri lebih dari 8.000 peserta dari kalangan eksekutif dan legislatif. Serta menjadi trainer untuk materi Leadership di lingkungan Kementerian Keuangan. Menamatkan pendidikan tingkat menengah di SMAN I Yogyakarta, meneruskan pendidikan perguruan tinggi di STAN Jakarta dan S-2 FEUI Konsentrasi Ekonomi Keuangan Negara dan Daerah. Menikahi Nur Aisyah Kustiani, Ak. M.Si dan ayah dari: Ishmah Karima Jamil, Nushayba Najmina, Aynun Ramadhani Fajriah, serta Dareen Aisha.
This entry was posted in Leadership and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s