Jangan Pernah Abai Mengasah Kapakmu

Masih ingat cerita tentang “mengasah kapak” yang saya kutip dari Covey, Sahabat?
Senada dengan itu, kali ini saya teringat dengan cerita dari Thomas B. Welch Jr tentang efek dari pemanfaatan waktu senggang… tentu dengan modifikasi ala Sampurna😀

Selamat menikmati…

***

“Ada dua lelaki yang sedang membelah kayu sepanjang hari. Seorang dari mereka, terus bekerja tanpa berhenti untuk beristirahat. Sedang kawannya, memilih untuk mengambil waktu istirahat beberapa kali. Ia memilih untuk bekerja 50 menit kemudian beristirahat selama 10 menit.

Pada akhir dari hari kerja, lelaki yang bekerja tanpa henti itu memperoleh setumpukan kayu bakar yang lumayan banyaknya. Tak disangka, lelaki kawannya yang banyak mengambil kesempatan beristirahat itu justru malah mendapatkan lebih banyak tumpukan kayu dibanding dirinya.

mengasah-kapakHeran dengan perbedaan hasil perolehan mereka, lelaki itu bertanya, “Bagaimana mungkin Engkau bisa menghasilkan kayu yang lebih banyak, sedangkan Engkau kulihat sebentar-sebentar berhenti dari membelah kayu?”

Sembari tersenyum, lelaki itu berujar singkat, “Kawan, tatkala aku beristirahat aku tak pernah melewatkan waktu untuk mengasah kapakku!”

***

Sahabat,…
Seringkali kita terpukau melihat staf yang bekerja sepanjang waktu yang ia miliki. Dengan penuh keseriusan ia menekuni pekerjaan itu. Begitulah hari demi hari dilalui, ia bekerja dan terus bekerja, dan kita pun jatuh hati mengagumi etos kerjanya.

Namun, Sahabat, cobalah perhatikan apa akan yang terjadi jika ia melupakan prinsip penting yang tidak boleh dilupakan dalam dunia kerja: “mengasah kapak”. Ya, pengabaian atas peningkatan dan penguatan kompetensi adalah tindakan bunuh diri. Kecemerlangan kinerja pun akan cepat memudar, seiring dengan munculnya tantangan-tantangan baru dan perubahan situasi yang terjadi.

Karenanya, Sahabat, jangan biarkan pesonanya memudar karena keterpukauan kita atas kontribusinya saat ini. Berikan ia waktu sejenak untuk “beristirahat”, biarkan ia mengasah “kapaknya” agar kembali tajam.

Semoga bermanfaat… Salam Cinta I Kerja I Harmoni.

 

About sampurna budi utama

Seorang yang ingin terus menjadi pembelajar dalam kehidupan. Dilahirkan di Yogyakarta, 19 Februari 1974. Saat ini bekerja sebagai Widyaiswara Madya Kementerian Keuangan dan dosen STAN Jakarta. Aktif sebagai nara sumber pelatihan/workshop terutama di bidang keuangan daerah dengan lebih dari 7.000 jam pelatihan yang dihadiri lebih dari 8.000 peserta dari kalangan eksekutif dan legislatif. Serta menjadi trainer untuk materi Leadership di lingkungan Kementerian Keuangan. Menamatkan pendidikan tingkat menengah di SMAN I Yogyakarta, meneruskan pendidikan perguruan tinggi di STAN Jakarta dan S-2 FEUI Konsentrasi Ekonomi Keuangan Negara dan Daerah. Menikahi Nur Aisyah Kustiani, Ak. M.Si dan ayah dari: Ishmah Karima Jamil, Nushayba Najmina, Aynun Ramadhani Fajriah, serta Dareen Aisha.
This entry was posted in Leadership and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s